Tampilkan postingan dengan label tips and tric. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips and tric. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 September 2011

3 Stylish Tokyo Girls

Among the many street styler Japan that appears to exist in the district of Harajuku, the3 teenagers managed to perform stand out! See yuk, what is special about their style!

Wearing a flower-print romper short of WC by Chinatsu Wakatsuki, combined with ablue denim shirt and Letterman-style jacket, making this sweet girl look sporty, girlie.Accessories such as red knit cap, sunglasses big, happy face necklace, Vivienne Westwood ring and animal-print backpack is decorated with teddy bears to supportthe overall appearance.

















Create a fan of pink, would you be interested in plush pink jacket worn by a girl namedQnny. Jacket is getting looks cool when paired with a leopard-print tights and cut-offdenim shorts. Note deh, sneakers Converse All Stars look very cute with ruffles details.Qnny merci beaucoup also wearing a bag shaped like a silhouette of a dog andvarious accessories unique ring.






















One look at the appearance Sato with her ​​red bangs, would direct attention fixed onthe patterned tights detail skeleton. Ya really cool! Sato also combine it with the stripedtop in white and royal blue T-shirt from Uniqlo hoodie. Favorite accessories worn allbranded Vivienne Westwood and Spank!. Angkle socks with red lace and shoesloafers make a step Sato increasingly cool.














After School: Play with Style

info : http://opieswid.blogspot.com


After School: Play with Style
Stunning, Fierce, bold, confident and playful! That is the signature styles of the girlgroup from South Korea who has just released the song Let's Step Up and Shampoo.

Not only beautiful, to-9 After School personnel called Kahi, Jung A, E-Young, Joo Yeon,Bekah, Rain, UEE, Nana and Lizzy always look nice with the latest fashion items.Check it out!




































Jumat, 11 Februari 2011

10 Kebohongan cowo dan cewe

Manusia pasti pernah berbohong, setidaknya sesekali dan untuk kebohongan yang polos sekalipun. Sebuah riset di Inggris mengungkap bahwa pria lebih sering berbohong ketimbang wanita.

Sebuah studi yang dilangsungkan oleh London's Science Museum menemukan bahwa rata-rata pria mengucap 1.092 kebohongan setiap tahun atau sekitar tiga kali per hari. Sementara wanita umumnya berbohong sekitar 728 kali per tahun atau sekitar dua kali sehari.

Di negara asal studi ini dilangsungkan, pria berbohong mengenai kebiasaan tak sehat mereka, sementara wanita berbohong tentang keadaannya dengan kalimat "Aku nggakkenapa-kenapa, kok" atau "Aku baik-baik aja." Padahal, kenyataannya kebalikannya.

Menurut salah seorang dari tim peneliti itu, Katie Maggs, berbohong merupakan bagian dari interaksi sosial kita. "Berbohong menjadi hal yang tak terhindarkan dalam keseharian manusia dan bisa jadi merupakan bagian yang penting dalam interaksi sosial kita," ia menjelaskan.

Namun, belum diketahui apakah kebiasaan berbohong itu merupakan hasil dari gen, evolusi, atau cara kita dibesarkan. Dari sekitar 3.000 relawan diketahui, kita paling sering berbohong kepada ibu kita. Sebanyak 25 persen pria dan 20 persen wanita mengakui hal ini. Mengenai kebohongan itu juga, 82 persen wanita merasa termakan rasa bersalah akibat kebohongan yang mereka ucapkan. Sementara hanya 70 persen pria yang merasa bersalah dari kebohongan mereka.

Apa saja sih kebohongan yang paling sering diucapkan pria kepada pasangannya? Berikut ini di antaranya:
1. Saya enggak banyak minum/merokok/kebiasaan buruk yang ia janji hentikan.
2. Enggak ada yang salah. Saya baik-baik saja.
3. Duh, sinyalnya buruk, nih.
4. Enggak terlalu mahal, kok.
5. Saya sudah di jalan.
6. Saya kejebak macet.
7. Enggak, kok, kamu enggak kelihatan gemuk.
8. Maaf, telepon kamu enggak kedengaran.
9. Kamu kelihatan kurusan.
10. Saya suka hadiah kamu, saya memang kepengin itu.

Bagaimana dengan wanita? Ini daftarnya:
1. Tidak ada yang salah, kok. Saya baik-baik saja.
2. Saya enggak tahu barang itu di mana, saya enggak pegang, kok.
3. Enggak terlalu mahal, kok.
4. Saya enggak banyak minum/merokok/kebiasaan buruk yang ia janji hentikan.
5. Saya lagi pusing.
6. Tadi lagi sale.
7. Saya sudah di jalan.
8. Wah, saya sudah punya barang itu sejak lama.
9. Saya enggak buang, kok.
10. Saya suka hadiah kamu, saya memang kepingin itu.



(Sumber : http://female.kompas.com/read/2011/01/14/18551845/10.dusta.tersering.diucapkan.pria )

3 Alasan Anda Harus PDKT Duluan

 Ketika masih remaja, Anda mungkin termasuk orang yang selalu diwanti-wanti oleh ibu Anda, bahwa Anda tidak boleh bertindak agresif terhadap teman pria. Agresif dimaknai sebagai tindakan mendekati pria lebih dulu, atau sering jalan dengan teman-teman pria saja. Bahkan sebagai perempuan, Anda dianggap tak pantas bila menunjukkan bahwa Anda tertarik dengan seorang pria. Anda harus menunggu hingga pria tersebut yang melakukan inisiatif untuk mendekati Anda.


Dalam kenyataannya, Anda tidak selalu bisa mengandalkan seorang pria untuk melakukan inisiatif. Banyak hal yang menjadi alasan mengapa seorang pria tidak ingin melakukan pendekatan lebih dulu, sehingga akan lebih baik bila Anda yang melakukan inisiasi. Berikut beberapa alasan yang dipaparkan Theo Pauline Nestor, penulis How to Sleep Alone in a King-Size Bed: A Memoir of Starting Over, mengapa Anda harus PDKT lebih dulu:

1. Ia tidak pintar flirting
Ada suatu ketrampilan yang dibutuhkan untuk mengawali suatu hubungan, menggoda misalnya. Kemudian ada pula ketrampilan lain yang diperlukan untuk membina hubungan yang sudah berlangsung. Pria yang Anda incar mungkin saja sangat bisa diandalkan untuk membina hubungan, namun ia bukan tipe pria yang gemar menggoda sana-sini. Bila memaksakan diri untuk menggoda, pria seperti ini justru membuat Anda kesan, atau takut. Karena itu, bila Anda tahu ia memang tidak berbakat flirting, Anda lah yang harus berinisiatif.

2. Ia merasa sedikit terintimidasi
Seringkali orang salah mengartikan sikap Anda, dan keburu menyebarkan "berita buruk" mengenai diri Anda. Misalnya, Anda mendengar seorang teman melarang pria incaran Anda mendekati Anda, dengan mengatakan, "Jangan coba-coba dekati si Sari. Dia kan dingin gitu, orangnya." Atau, "Dia itu pendiam, dia agresif, dia maunya sama yang kaya," dan lain sebagainya. Omongan yang menyesatkan seperti itu tentu akan membuat Anda resah, karena tidak sesuai dengan diri Anda. Sayangnya, ucapan negatif lebih mudah terekam dalam pikiran siapa saja, tak terkecuali pria. Akibatnya, si dia merasa terintimidasi, dan enggan mendekati Anda.
Bila Anda mengetahui hal ini, jangan ragu untuk mulai mendekatinya. Tunjukkan bahwa Anda tidak seperti yang dikatakan orang.

3. Ia pernah diperlakukan kurang baik dalam hubungannya di masa lalu 
Mungkin Anda akan berpikir, jika seorang pria memang serius ingin bersama Anda, seharusnya ia mau lebih berusaha untuk mendekati Anda. Namun sebelum Anda menganggapnya kurang berani, coba cari tahu apa yang terjadi pada hubungannya di masa lalu. Apakah ia pernah ditolak dengan sadis, pernah menjalani hubungan yang sangat lama namun berakhir menyedihkan, apapun yang membuatnya ragu untuk mulai berkencan lagi.
Tahu enggak, kadang-kadang PDKT lebih dulu itu tidak selalu berarti Anda harus mengajaknya berkencan. Anda bisa mengawalinya dengan sesuatu yang mudah, seperti meneleponnya, atau mengajaknya ngobrol. Buat agar ia merasa nyaman dengan diri Anda, dan mengenal siapa sebenarnya diri Anda. Setelah itu, Anda bahkan tak perlu mengajaknya jalan bareng lebih dulu.

(Sumber : 

Kesalahan Orangtua yang Bercerai bagi Anak

Luka yang terbentuk akibat perceraian kedua orangtua umumnya akan terus terbawa oleh anak hingga dewasa. Namun, rasa sakit ini bisa diminimalkan oleh kedua orangtua dengan menjaga tingkah laku sebaik-baiknya di depan anak. Berikut apa yang dikatakan M Gary Neuman, LMHC, terapis keluarga dan ahli masalah perceraian, kepadaWebMD mengenai kesalahan-kesalahan kepada anak yang dilakukan orangtua yang bercerai. 

1. Menjadikan anak sebagai pengantar pesan
Neuman mengatakan, banyak orangtua yang bercerai mencoba berkomunikasi melalui anak, yang sebenarnya bisa membuat anak menyimpan stres emosional dan memaksa mereka bernegosiasi dengan situasi yang tak bisa diatasi oleh orangtuanya. Padahal, para orangtua, jika tak bisa berkomunikasi dengan satu sama lain secara langsung, maka bisa menggunakan media surat elektronik supaya tidak menempatkan anak di tengah situasi yang tak mengenakkan. Plus, saat menggunakan surat elektronik, kedua pihak akan berusaha mengirimkan kata-kata yang lebih baik karena hal itu bisa dijadikan barang bukti di pengadilan. Hindari pula bertengkar dengan si mantan di depan anak atau membiarkan si anak mendengar Anda menggunakan nada atau kata-kata kasar di dekat anak. 

2. Menjadi terapis
Para remaja senang memegang kontrol, dan sebuah perceraian akan membuat dunia mereka seakan-akan runtuh. Jangan tergoda untuk mendiskusikan atau berbagi amarah Anda terhadap si mantan kepada anak tertua Anda. Kekhawatiran dan kebutuhan untuk mengontrol segalanya bisa membuat mereka mencoba memahami apa yang sedang Anda jalani. Namun, seharusnya kan Anda menjadi orangtua. Carilah konseling dan bantuan di luar keluarga, dan tetap buat batasan itu. Membuat anak sebagai pelarian Anda saat down atau marah bukan hal yang bijaksana. 

3. Sok mengerti
Anak-anak butuh merasa seakan mereka dimengerti, terang Neuman. Setelah perceraian, perasaan mereka akan terombang-ambing. "Dengarkan mereka, jangan katakan apa yang seharusnya mereka pikirkan. Sebaiknya tahan diri Anda dari keinginan untuk mengkritik atau menjelek-jelekkan mantan pasangan Anda, karena toh, setengah diri si anak kan adalah keturunan si mantan juga, ia akan merasa "down". Meresponlah secara spesifik terhadap apa yang mereka katakan. Sebagai orangtua, Anda tak harus selalu memiliki solusi, Anda hanya perlu mendengar mereka. 

Jangan pula mencoba mengedit ucapan mereka. Anda bisa meminta si anak untuk menuliskan perasaannya dan bagilah hal tersebut dengan mantan Anda, tetapi jika itu sudah diizinkan oleh si anak. Penyembuhan dari rasa sakit akan terbentuk dari hubungan yang penuh kasih, serta perasaan dimengerti. 

4. Rasa nyaman saat ia pergi
Neuman mengungkapkan berulangkali kepada pasangan yang bercerai agar melepas anak yang akan pergi berakhir pekan dengan si mantan seakan-akan ia pergi berlibur dengan paman atau bibinya. "Saat Anda melepas ia pergi ke mantan Anda untuk akhir pekan, dan Anda tidak mengatakan apa pun, ia merasa harus membuat kompartemen dalam dunianya dan membagi perasaan. Sebaliknya, ketika ia pulang dan Anda menanyakan hal-hal yang ia lewati di sana, ia akan menempatkannya tepat di tengah-tengah, yang merupakan posisi sangat tak mengenakkan. Jadi, saat ia pulang atau akan pergi, ajak ia bicarakan hal-hal yang menyenangkan dan umum untuk meredakan ketegangan," papar Neuman. 

5. Mencoba memperbaiki kesalahan Anda
Kebanyakan orangtua yang bercerai akan mengeraskan hati dan menjadi bingung antara perasaannya dan perasaan si anak. Anak-anak adalah makhluk yang sangat pemaaf, setidaknya hingga mereka mencapai usia remaja, usia ketika seseorang menyimpan rasa sakit cukup dalam. Jika melakukan kesalahan, maka amat penting bagi Anda untuk melakukan hal-hal berikut ini:

* Mengakui jika Anda melakukan kesalahan dan tidak segan untuk minta maaf pada mereka. Mengungkapkan penyesalan bila Anda melakukan kesalahan akan membantu mengakrabkan Anda dengan si kecil. Penyampaian ini tentu dengan takaran yang tepat. 
* Jelaskan secara detail apa kesalahan Anda dan berjanjilah untuk mengubah sikap Anda mulai dari saat itu. 
* Sepakati sinyal yang aman dan spesifik, misal, katakan kepada si kecil untuk mengangkat tangannya jika ia mulai mendengar Anda mengkritik mantan pasangan Anda.  

Mungkin akan terdengar klise. Namun, ketika Anda bercerai, si anak juga akan merasa sakit dan pedih. Anda dan si mantan masih memiliki tanggung jawab penuh untuk mengutamakan kebahagiaan dan pemenuhan kebutuhan anak-anak Anda karena menjadi orangtua adalah sebuah pekerjaan full time yang tak ada cutinya, kan?



(Info : http://female.kompas.com/read/2010/11/23/13194463/kesalahan.orangtua.yang.bercerai.bagi.anak )

Mode

No.587 in a limited series- The love for bows doesn't seem to end. SS11 portrays this trend on a gorgeous crepe de chine dress.

We now know for sure: white is the colour of the summer. In this precious version, the dress' simple shape gets embellished by feminine details such as the big black bow on the neck and the lace trimming details on the sides. 

  
Black details on pure crepe de chine white. Bows take over the accessories as well.
Dress € 395
*** 
  
How to elongate your silhouette step one: it's true that white can be tricky, however when you apply "black" measures it shows the silhouette at its best.
Pochette € 495
Shoes € 310
***
  
 The bag matches the bow of the dress and plays with zips.
  
 The sandals borrow from the bag and take their bow a step forward. 
  
 A full-blown bow collection. Very feminine and chic. 
 
Black Dress from the SS11 Collection.
 
The exclusive bow pochette present at the online store. 
 
Styled by Yuri Ahn.

Tips Memilih "Foundation" yang Tepat

Warna kulit merata dan sempurna bisa membuat penampilan riasan makin terlihat sempurna. Menyamarkan kulit yang tak sempurna bisa dicapai instan dengan menggunakan foundation. Tetapi waspada, salah pilih warna foundation bisa membuat riasan terlihat seperti topeng. Alih-alih terlihat cantik malah bikin wajah terlihat menyeramkan. 

Foundation yang tepat bisa membangkitkan kecantikan kompleksi wajah, menyembunyikan masalah kulit, sekaligus meratakan warna kulit wajah dalam satu lapisan. Kuncinya adalah dengan mencari warna foundation yang tepat dan sesuai warna kulit. Supaya tidak salah pilih, simak tips Tim Quinn, Direktur Kreatif Giorgio Armani Beauty ini:

Coba pada wajah
Ada banyak tips mengenai cara mencoba foundation, contohnya, dioleskan pada punggung telapak tangan, ada pula yang menyarankan dioleskan di bagian dalam lengan untuk melihat kecocokan warna. Namun menurut Quinn, cara yang paling tepat adalah dengan mengoleskan langsung pada wajah. Karena pada sebagian orang, warna kulit wajah bisa sangat berbeda dari warna kulit tubuh. Tak sedikit pula orang yang lebih mementingkan perawatan kulit wajah ketimbang kulit tubuh, misal dengan hanya mengenakan tabir surya pada wajah dan tidak tubuh atau hanya mengenakan pelembab mengandung pemutih pada wajah saja, alhasil kulit wajah dan tubuh tidak sama. Aplikasikanlah foundation pada bagian rahang, ratakan, mundur sedikit dari kaca, dan lihat dari jauh, apakah warna foudation itu menyatu sempurna pada kulit wajah atau tidak. Jika Anda bisa melihat garis foundation itu pada pantulan wajah di cermin, berarti warnanya tidak tepat untuk Anda. Jika meresap dan seakan tidak ada foundation pada wajah Anda, itulah warna paling tepat. 

Lihat hasilnya di bawah terik matahari
Warna lampu neon yang putih dan pucat sangat tidak membantu kulit tampil apa adanya, bahkan bisa bikin wajah terlihat kusam karena mengaburkan kompleksi bayangan. Quinn menyarankan agar saat mencoba, upayakan untuk melihat efeknya di bawah matahari. Malu? Mengapa? Toh, Anda kan harus mengeluarkan uang untuk membeli. Daripada rugi karena salah beli, mengambil sedikit upaya untuk melihat tepat atau tidaknya warna foundation itu pada wajah di bawah matahari rasanya bukan masalah besar. 

Kenakan atasan putih saat membeli
Jika Anda berencana membeli foundation, usahakan untuk mengenakan atasan berwarna putih, hindari mengenakan warna-warna terang selain putih. Warna-warni terang akan memberi refleksi pada wajah Anda sehingga warna toneasli kulit wajah Anda jadi sedikit berubah. Lebih baik gunakan atasan simpel berwarna putih yang bisa merepresentasikan warna alami kulit apa adanya. Jika memungkinkan, baju putih itu juga punya bukaan atau lingkar leher yang luas supaya Anda juga bisa mencoba foundation itu pada bagian dada dan melihat hasilnya. Ada kalanya kita harus mengaplikasikan foundation pada bagian dada jika busana yang akan dikenakan cukup terbuka pada bagian dada.



(Sumber : http://female.kompas.com/read/2011/02/09/17254171/tips.memilih.foundation.yang.tepat )

Low Calorie


 with this easy and delicious low calorie eggplant parmesan recipe. Approximately 255 calories per serving.
I love eggplant. I probably consume at least one a week. I cube it up and put it in curry (recipe coming soon!) or just saute it with other veggies. Every once in a while, I get in the mood for eggplant parmesan, so I’ve created my own, oil-free, non-fried and baked version that is low calorie and delicious! Also, check out the low calorie lunch or dinner idea at the end of this article for a 350ish calories awesome Italian low calorie meal idea!
Serving size: 4 servings (3-4 eggplant slices) Approximately 255 calories per serving.

  • 1 medium eggplant, peeled and sliced into 1/2″ slices.
  • 1/2 cup of panko whole wheat bread crumbs
  • 1/2 cup of fat free, low sodium parmesan cheese
  • 1 tbsp dried basil
  • 1 egg
  • 1 tbsp fat free milk
Topping (Optional, but included in the 255 calories, so go for it!)
  • 1 cup of fat free mozzarella cheese
  • 1 cup of low calorie, low sodium marinara sauce.

  • Preheat oven to 400 degrees Fahrenheit.
  • In one plate, combine bread crumbs, parmesan cheese and dried basil to create the breadcrumb mixture.
  • In another plate, throughly stir the egg and milk.
  • Coat each eggplant slice in the egg mixture, and then dip and coat with the breadcrumb mixture.
  • Repeat for all the slices and place onto a non-stick baking sheet.
  • Bake for 8 minutes, turn slices over and bake for another 2 minutes, or until golden brown.
  • Plate three slices and spoon 1/4 cup heated low-cal  marinara sauce and 1/4 cup fat free mozzarella on top.
  • Enjoy!

  • For a vegan version, substitute egg, milk and cheese for vegan friendly options.
  • For a gluten-free version, use gluten free bread crumbs.

  • 3 slices of Eggplant Parmesean (3 slices) – 255 calories
  • 1/2 cup cooked whole wheat pasta – 87 calories
  • side salad with low calorie dressing – 20 calories (adjust accordingly)
  • Satisfying Italian low calorie lunch or dinner = 362 calories!